![]() |
| Listrik Byar Pet. Apa Kata PLN |
Lampung Blogging_ Pemadaman
tanpa pemberitahuan yang dilakukan PLN di Lampung Tengah satu bulan terakhir
makin parah dengan durasi sampai dua-tiga
kali sehari. Parahnya, pemadaman
tersebut sepertinya tak kenal waktu, bisa pagi, siang, sore atau bahkan malam
hari.
"Makin parah dan makin
mengkhawatirkan, karena adakalanya listrik tersebut berkedip berkali-kali,
padahal selama ini arus pendek inilah yang paling banyak menyebabkan kebakaran,"
Terang Sarino (38), seorang pengusaha rental computer yang tinggal di kecamatan
kalirejo lamteng.
Memang, mati lampu atau yang lebih
popular disebut dengan listrik byar pet, belakangan ini nyaris hampir terjadi
setiap hari di Provinsi Lampung, khususnya di wilayah Lampung Tengah Bagian
Barat (Seputih Barat). Tak ayal, banyak
pihak yang dirugikan akibat kebijakan sepihak tersebut, sehingga dikeluhkan
pelanggan dan warga di daerah ini.
Kenapa aliran listrik PLN di
Lampung belakangan ini sering byar-pet? Inilah
penjelasan pihak PT PLN Distribusi Lampung tentang pemadaman aliran listrik
itu, sebagaimana dikutip dari situs antara lampung,com.
Pemadaman bergilir aliran listrik
di Provinsi Lampung, menurut PT PLN berlangsung sejak 25 September 2015, karena
defisit daya listrik sangat besar antara siang dan malam hari sekitar 80
megawatt, sehingga dilakukan pengurangan beban dengan pemadaman bergilir.
Manager Distribusi PT PLN Lampung,
Alam Awaludin, di Bandarlampung, Jumat (2/10), menjelaskan penyebab defisit
daya listrik di daerah ini adalah berkurang kemampuan daya Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) Batutegi dan PLTA Way Besai, karena debit air berkurang
akibat kemarau panjang. "Selain itu, transfer daya listrik dari sistem
Sumatera Bagian Selatan juga berkurang," katanya.
Alam merincikan, pada saat normal
transfer daya listrik siang hari berkisar 200--250 MW, namun saat ini rata-rata
yang bisa ditransfer hanya berkisar 146--208 MW, dan saat malam dalam kondisi
normal, transfer daya listrik bisa mencapai 342 MW namun saat ini yang bisa
ditransfer hanya berkisar 228--290 MW. "Kondisi
tersebut menimbulkan defisit daya listrik, sehingga kami memberlakukan pemadaman
bergilir," ujarnya lagi.
Dia menguraikan pula rincian
penyebab transfer daya listrik yang berkurang itu, yaitu PLTA yang ada tidak
optimal karena musim kemarau berkepanjangan, pembangkit listrik tenaga gas
tidak optimal karena kabut asap yang terjadi di Sumatera Bagian Tengah dan
Selatan menyebabkan filter inlet mengalami gangguan yang berakibat penurunan
daya mampu pembangkit, serta beberapa pembangkit gas mengalami gangguan.
"Penyebab lainnya adalah
adanya pemeliharaan beberapa pembangkit, di antaranya PLTU Bukit Asam 1 dan 2,
dan PLTG Keramasan 2 dan 3," kata Alam.
Ia juga menyebutkan penyebab berikutnya adalah beberapa pembangkit mengalami gangguan, di antaranya PLTU IPP Banjarsari 1, dan PLTG Talang Duku 2, Borang 1 dan 2, Indralaya, dan Gunung Megang.
Ia juga menyebutkan penyebab berikutnya adalah beberapa pembangkit mengalami gangguan, di antaranya PLTU IPP Banjarsari 1, dan PLTG Talang Duku 2, Borang 1 dan 2, Indralaya, dan Gunung Megang.
Alam menjelaskan, daya mampu
pembangkit Lampung dan transfer dari Sumatera Selatan dalam kondisi normal
rata-rata sekitar 865 MW, dipasok oleh pembangkit sebesar 540 MW dan transfer
325 MW, dengan beban puncak tertinggi yang pernah tercapai 854 MW sehingga
terdapat surplus 11 MW."Agar pasokan listrik Lampung handal, maka perlu
tersedia cadangan minimal sebesar pembangkit terbesar di Lampung, yaitu 100 MW
dan untuk mencapai keandalan yang cukup maka dibutuhkan cadangan pembangkit
sebesar 30 persen dari beban puncak atau sekitar 256 MW," ujar dia.
Dia menegaskan, dengan kondisi
defisit daya listrik di Lampung itu, terjadi pengurangan beban pagi, siang, dan
malam, untuk menjaga kestabilan sistem sehingga tidak terjadi "black
out" atau pemadaman total. Pihaknya dalam jangka pendek mengupayakan
mempercepat perbaikan pembangkit yang terganggu dan mempercepat proses
pemeliharaan.
PT PLN Lampung mengimbau pelanggan
agar menggunakan listrik dengan hemat dan seperlunya untuk menjaga kestabilan
pasokan listrik terutama pada saat beban puncak pukul 17.00--22.00 WIB. Pihaknya
juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan
yang dirasakan akibat pemadaman listrik yang terjadi saat ini.
"Atas kondisi ini, manajemen
beserta seluruh pegawai PLN Distribusi Lampung memohon maaf yang
sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan," kata Alam Awaludin.
Demikian informasi lampung
Blogging terkait alasan PLN melakukan kebijakan Byar-pet. Semoga bermanfaat.
Salam Blogging

No comments:
Post a Comment
Hindari Komentar yang mengandung Spam, P*rn* dan SARA.