Lampung Blogging: artikel

Informasi Terbaru

Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Monday, 2 January 2017

AYO, RAME-RAME JANGAN TONTON SINETRON



Anakku yang pertama, gadis. Masih kelas 1 SD. Kata tetangga, wajahnya gak nurun bapaknya, tapi cantik nuruni wajah ibunya. Pernyataan yang wajar plus biasa dari tetangga. Dan saya cuma tersenyum nge-responnya.  Sebab jika dipikir lebih dalam, justru malah aneh kalau anak gadis pertamaku nuruni wajah bapaknya alias wajahku. Wong kata istriku, aku itu ganteng. Masak anak gadis punya wajah ganteng, kan lucu.  Dan saya kira, semua pasti sepakat dengan pendapat saya. Kalaupun tak sepakat, dan jika berani mengeluarkan ketidaksepakatan tersebut, monggo mawon COMMENT  di halaman yang sudah disediakan. Hehe..

Kembali kepada masalah anak gadisku.  Jika ditaksir secara acak, usianya masih 7 tahun lebih dikit. Tapi, gayanya tuh, mirip banget sama mbak-mbak yang sering nongol di teve pada jam tujuh sampai jam delapan malam. Tak perlu lah kita menyalahkan teve. Tak perlu juga kita membanding-bandingkan tayangan teve tempo dulu dengan tayangan teve tempo kini, apalagi menyalahkan si pemilik STASIUN TEVE  yang cuman berpikir uang, uang dan uang tanpa memikirkan perkembangan moral dan mental anak-anak kita selaku penunggu setia acara-acara yang mereka tayangkan. Karena, yang perlu disalahkan adalah KITA , Orang Tua alias si pemilik TEVE tersebut.

Seorang kawan di medsos pernah bilang gini lewat status yang ditulisnya, “Ayo kita Boikot Teve. Selamatkan anak-anak kita dengan tidak Beli Teve.”  

Waduh, kalo dengan solusi yang seperti ini, rasa-rasanya saya sendiri masih perlu mikir sepuluh kali alias belum setuju. Sebab, secara pribadi saya sendiri masih membutuhkan teve buat hidup dan kehidupan saya. Wong saya sendiri kalo tidur malah sering didepan teve.

Lalu, bagaimana caranya ya??  Caranya, ya itu, sudah dijawab oleh judul artikel ini. Hanya saja, setuju atau tidak setujunya, itu sih urusan masing-masing. Yang terpenting, apapun bentuk cara kita,  AYO,  JAUHKAN ANAK-ANAK KITA DARI SINETRON YANG KELABAS BEBAS DENGAN TIDAK NONTON SINETRON.

  





TANGISAN AHOK DAN TANGIS ANAK-ISTRI SAYA



Sambil menanak nasi, istri saya kelihatan murung. Perkiraan saya, mungkin itu dikarenakan pagi ini kami tak mampu membelikan susu formula buat anak gadis kami yang masih berusia 11 bulan. Sehingga, ketika istri memasak nasi, saya anjurkan untuk melebihkan air dari biasanya. Agar ketika air yang bercampur beras sudah mendidih, TAJIN-nya dapat diambil untuk menggantikan susu formula anak kami. 

Ah, saya kok jadi teringat dengan penyanyi balada Iwan Fals yang dulu getol banget mengkritik penguasa lewat lagu-lagunya. Bahkan, saking tenarnya nama dia, sewaktu SMP saya sempat membeli empat buah poster bergambar wajahnya, lalu saya tempelkan didinding kelas.  Alhasil, sebab itu saya dimarahi kepala sekolah, wali kelas, dan guru-guru. Sampai-sampai orang tua saya dipanggil ke sekolah lantaran masalah tersebut.

Tapi setelahnya, saya tetap tak kapok. Bahkan ketika SMA, saya malah semakin keranjingan dengan sosok Iwan Fals. Gambar dan kasetnya seabrek numpuk dikamar dekil saya. Tapi sayangnya, satu kalipun saya tak pernah secara langsung melihat beliau. Padahal, waktu itu saya punya satu keinginan jika ketemu dia. Tak muluk-muluk kok, saya hanya pengin masukin kentutnya didalam botol bekas air mineral, lalu saya pamerkan pada teman-teman saya. “Ini loh, kentut orang terkenal,” 

Tapi itu semua tempo dulu. Karena faktanya, Kang Iwan idola saya, sekarang jarang nongol diteve. Kalau pun nongol, jarang ia melantunkan lagu cabe rawit dengan rasa pedasnya. Saya jadi Suudzon, jangan-jangan harga susu bayi jadi tinggi disebabkan Kang Iwannya yang tak pernah lagi nongol di Teve sambil nyanyi BBM naik tinggi susu tak terbeli.

“Ini pak susu-nya kasih ke Adek,” Istri tiba-tiba memanggil dan membuyarkan lamunan saya tentang masa dulu. “Iya, bu.” kata saya sambil menerima Dot Susu Formula Cap Air Beras dari tangan istri yang kemudian saya sodorkan ke mulut anak kami yang sedari tadi mengemut-emut jempol tangan kanannya.  Awalnya, ia doyan. Tapi beberapa detik kemudian ia seperti merengek. Mungkin saja, ia berpikir bahwa rasa susu dalam DOT kali ini agak beda dengan susu biasanya.

Benar saja, setelah itu, ia menangis, meraung bahkan. Berbagai taktik dan strategi saya lakukan agar ia mau memasukkan Dot kemulutnya, tetapi situasi dan kondisi tetap saja tak berubah, malah ia tambah membesarkan volume tangisnya. Sehingga, dengan terpaksa sang istri pun turun tangan. Alhamdulillah, akhirnya istri saya mampu merayu-paksa anak kami buat meminum susu air beras tersebut. Sekilas, terlihat seperti ada air yang keluar dari mata istri saya.

Ah, kasihan sekali istriku. Ia menangis sebab kupaksa menyudahi tangis lapar anakku dengan AIR TAJIN serupa susu. 

Tapi saya masih bersyukur, sebab saya yakin, tangis anak-istri saya berbeda dengan Tangis AHOK.  Beda banget.









Friday, 4 December 2015

Survai Menunjukkan 62,7 % Siswi SLTP Sudah Tak Perawan. Siapa Yang Salah?




ARTIKEL PARENTING LAMPUNG BLOGGING _Tak dipungkiri, bahwa saat ini telah terjadi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat. Anda boleh lihat kiri-kanan. Anda juga bisa melakukan survei ke sekolah-sekolah. Anda boleh lakukan riset dengan wawancara mendalam. Telitilah dengan cermat, kondisi pergaulan anak-anak dan remaja zaman sekarang. Penyalahgunaan narkoba, Free sex, pesta, dugem dan lain-lain, sepertinya hal-hal semacam itu sudah menjadi pemandangan lumrah dan umum bagi sebagian orang.

Membahas permasalahan remaja, tentu tak bias dilepaskan dari pengertian remaja itu sendiri. Secara sederhana, remaja merupakan sosok individu yang sedang mencari jati diri.  Dimana pencarian jati diri tersebut, kerap di tunjukkan dengan perasaan ingin mencoba terhadap sesuatu hal yang baru. Dan disini, peran lingkungan tentu memiliki pengaruh yang sangat signifikan bagi perkembangan mereka. Namun, sebagai tempat sosialisasi primer, keluarga juga memiliki peran aktif dalam membentuk prilaku anak.

Tahun 2008,  Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) melakukan survai terhadap siswa-siswi tingkat SLTA dan SLTP di 33 provinsi mengenai pacaran. Hasilnya pun sangat mengejutkan.  KNPA menyebut sebanyak 97% siswa SMP dan SMA pernah menonton film Porno. Sementara disisi lain, anak-anak usia pelajar tersebut pun menyatakan bahwa saat berpacaran, sebanyak 93,7%. Pernah melakukan ciuman, masturbasi, dan oral seks. Tercatat juga,  Siswi SMP yang sudah tidak perawan tercatat 62,7%, dan yang pernah aborsi mencapai 21,2%.

Tak kalah mengejutkan lagi, empat tahun kemudian atau tepatnya pada Tahun 2012, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) melalui penelitian yang dilakukannya menyatakan,  bahwa beberapa remaja kerapkali melakukan hubungan seks pranikah di rumah orang tuanya sendiri. Remaja-remaja ini rupanya tahu persis kapan orang tua mereka pergi dan kapan pulangnya. Mereka melakukan di rumah mungkin karena belum cukup uang atau tak berani untuk melakukannya di hotel atau losmen. Selain itu, karena kedua orang tua bekerja, di rumah hanya ada si Mbak, sementara kontrol sosial semakin longgar.

Harus kita akui, bahwa gaya pacaran remaja masa kini memang kelewat “merdeka”. Pegangan tangan, ciuman, pesta, dan bahkan berhubungan layaknya suami istri, sudah bukan hal baru lagi dikalangan remaja. Sebagaimana di kutip dari portal pojoksatu,id, Baru-baru ini (Agustus 2015), Tim Riset Badan Penelitian dan Pengembangan (Bandiklat) Kaltim Post mengadakan survai dengan melakukan penelitian bertema pacaran terhadap remaja berusia 15–20 tahun. Hasilnya, 16 persen dari total responden di Balikpapan mengaku pertama kali berpegangan tangan dengan kekasihnya pada usia sembilan tahun atau masih SD. Responden lain, pada usia 15 tahun sudah berhubungan badan.

Melihat fenomena diatas, sudah tentu sebagai orang tua, kita perlu mawas diri terhadap prilaku remaja yang salah satunya mungkin adalah buah hati kita agar tidak terjerumus pada kondisi negative tersebut.

Sebagaimana dikutip dari situs pesona,co,id, Psikolog UI, Yudiana Ratna Sari, M.Si, menyatakan bahwa jika ditelusuri cermat, sebenarnya pergeseran nilai tersebut dimulai dari dalam keluarga. “Salah satu contoh kecil adalah,  zaman saya kecil, untuk mendapatkan sepatu baru harus mendapat nilai bagus dulu, lalu menunggu sampai ayah gajian. Tidak serta merta mendapatkan yang dimau merupakan bagian dari pengendalian diri. Sekarang anak-anak dengan mudah mendapatkan apa saja, bahkan yang tidak mereka perlukan, karena orang tua sekarang mau gampangnya saja," papar Sari. Padahal, kemampuan mengendalikan diri pada anak -termasuk tidak mengumbar nafsu- sangat dibutuhkan untuk mencegah perilaku seks bebas pada remaja. Nah, sudahkah kita mengajarkan nilai itu?

Lalu bagaimana cara mendidik anak agar tidak terjerumus pada lingkungan pergaulan bebas yang  negative. Simak penjelasan berikut sebagaimana dilansir dari Familyshare.

Kecanggihan teknologi hingga pengamanan selama 24 jam penuh rupanya tidak cukup untuk memagari anak agar tidak terjebak akan pergaulan bebas. Teknologi sebagai sistem keamanan seperti CCTV di rumah memang diharapkan dapat membantu orangtua agar anak terhindar dari bahaya dan anak tidak bisa keluar rumah pada malam hari. Sehingga remaja tidak terjerumus pergaulan bebas.

Namun, agar hal itu berhasil sejujurnya perlindungan yang sebenarnya adalah bagaimana cara orangtua mendidik dan membesarkan anak. Berikut tips agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,:
Selektif memilih lingkungan bergaul
Anak perlu diajari bagaimana mencintai dan menunjukkan rasa hormat kepada semua orang, tetapi ingatkan juga kalau mereka harus sangat selektif saat memilih lingkungan untuk bergaul. Bukan berkaitan pada popularitas, tetapi terkait dengan kekuatan karakter akan terbentuk dari teman-teman dekat.
Jangan ada sarkasme dan kata-kata negatif di rumah
Nada bicara akan menciptakan karakter sebuah keluarga. Jika Anda ingin rumah terlindungi dari hal negatif, maka jangan mengeluarkan kata-kata negatif untuk memerintah. Jadilah pemberi saran yang baik, bukan kritikus.
Ceritakan sejarah keluarga
Orangtua perlu membentuk kestabilan emosi anak. Ceritakan tentang sejarah keluarga agar mereka memiliki rasa, identitas, dan optimisme untuk mencapai masa depan yang baik. Hal ini menyadarkan anak dari mana mereka berasal dan mereka tahu batasan dan apa yang harus dilakukan.
Berdoa atau ibadah bersama
Kekuatan dasar iman akan membentuk ketahanan yang kuat untuk menjalani hidup. Sehingga mereka tak mudah goyah jika digoda pergaulan menyimpang.
Kekuatan Cinta Kasih
Tidak ada orang tua yang sempurna, sehingga Anda pasti akan membuat kesalahan, tapi cinta memiliki kekuatan untuk menutupi semua kesalahan. Cinta adalah tugas yang paling penting dan hak istimewa sebagai orang tua.

 Demikian ARTIKEL PARENTING LAMPUNG BLOGGING.  Semoga bermanfaat.

Wednesday, 4 November 2015

Ahmad Zaini, Tokoh Pendiri Lampung Yang Terabaikan

Peta Provinsi Lampung
Lampung Blogging_ Miris, mungkin ini ungkapan yang tepat setelah membaca artikel berita dari Portal Lampost,co,  edisi Senin, 17 maret 2014.  Adalah, Ahmad Zaini (80), yang tinggal di Perumahan Karunia Indah, Blok H1, nomor 16, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung.

Mungkin, jika tak membaca artikel berita lamppost,co tersebut, penulis juga tak akan tahu jika ia merupakan salah satu tokoh pendiri Provinsi Lampung yang sampai saat ini ternyata masih hidup. Parahnya, saat kini Hidupnya serba kekurangan dan tidak pernah mendapat perhatian pemerintah Daerah. Bahkan, dalam setiap peringatan hari ulang tahun Provinsi Lampung pun Ahmad Zaini tidak pernah diundang apalagi dilibatkan.

Ahmad Zaini (80), sebagaimana di lansir dari portal berita lamppost,co,  pada waktu pembentukan Provinsi Lampung, 18 Maret 1964, ia bertugas sebagai penghubung antara panitia lokal dengan Presiden RI Soekarno.

“Beliau (Ahmad Zaini, red) tidak pernah dapat undangan. Apalagi diberi perhatian. Bapak tidak pernah diperhatikan pemerintah daerah,” kata Elsi, putrid ketiga Ahmad Zaini.
Salah satu upaya yang dilakukan Elsi, untuk mengungkap sejarah pembentukan Provinsi Lampung adalah dengan membuat sebuah film dokumenter. 


Ada 12 tokoh yang ditampilkan dalam film berdurasi 20 menit itu. Ke-12 tokoh pembentukan Provinsi Lampung itu yakni Radja Sjah Alam (PNI), Husni Gani (NU), M.A Pane (PKI), Sabda Panjinagara (Partindo), Nasjir Rachman (IPKI), Mustafa se Ngaji (PBII), Uba Panjaitan (Parkindo), F.x G. Hadi Warsito (Partai Katolik), Basir Amin (MURBA), Kamarudin (Penasehat), Achmad Ibrahim (Perwakilan), dan Ahmad Zaini (penghubung).

Agar Buah Hati Terhindar Dari Sakit Gigi


Ilustrasi_ Agar buah hati terhindar sakit gigi
Artikel Kesehatan_  Pernah sakit gigi? Bagi yang pernah, mungkin,anda  tak bisa membayangkan bagaimana rasanya saat penyakit itu datang pada diri kita. Dan, apa anda juga bisa bayangkan, jika sakit gigi yang rasanya super-super itu, tiba-tiba menimpa buah hati kita. Wah.. pasti akan kasihan sekali si buah hati.

Gigi berlubang atau karies gigi merupakan keluhan utama yang sering terjadi pada anak-anak. Sebagaimana di lansir dari situs Katalog,ibu,com, saat ini di temukan kurang lebih 90 persen anak di dunia mengalami gigi berlubang. Keluhan yang ditimbulkan adalah nyeri pada gigi, infeksi, yang menyebabkan anak tidak nafsu makan. Hal ini akan berefek pada kesehatan tubuh bagian lain dan mengganggu aktifitas anak sehari-hari.
Sebagaimana dikutip dari laman kesehatan anak, catalog ibu,com, Berikut adalah cara mengatasi gigi berlubang pada anak yang perlu  diketahui :

Cara menghindari dan mengatasi gigi berlubang pada anak

Gigi berlubang  merupakan suatu proses yang dapat merusak susunan gigi yang disebabkan bakteri secara tidak langsung dengan cara memproses karbohidrat menjadi asam. Fermentasi sukrosa ini dilakukan oleh bakteri rongga mulut terutama bakteri streptococcus mutant. Asam itu kemudian akan mengikis struktur gigi dari lapisan terluar yang paling keras yaitu email gigi kemudian ke lapisan yang paling lunak yaitu dentin gigi. Pengikisan ini ini di tandi dengan adanyang spot putih kemudian spot kecoklatan lalu kehitam dan yang paling terakhir yaitu gigi berlubang. Pada saat proses terjadinya gigi berlubang rongga dan mulut akan terasa kering dan tingkat keasamannya akan meningkat. Hal ini bisa disebabkan karena anak - anak yang sering mengkonsumsi obat - obatan dan juga kebiasaan anak - anak yang sering bernafas melalui mulut.
Untuk menghindari gigi berlubang biasakanlah anak anak anda agar menggosok gigi sebelum tidur dan selesai makan. Dan biasakan anak - anak untuk selalu berkumur atau meminum air putih setiap selesai memakan makanan atau meminum minuman yang manis. Karena sukrosa yang terkandung dalam makanan atau minuman manis akan cepat melekat dengan plak permukaan gigi sehingga sangat mudah difermentasi oleh bakteri dalam mulut dan dapat menyebabkan gigi berlubang.
  • Cara mengatasi gigi berlubang pada anak
- Secara rutin lakukan pemeriksaan ke dokter gigi anak minimal 6 bulan sekali
- Biasakan meminum air putih setelah memakan makanan dan meminum minuman manis
- Bersihkan sisa - sisa makanan yang berada disela - sela gigi dengan menggunakan tusuk gigi yang lembut dan lakukan secara perlahan
- Perbanyak makan buah - buahan dan sayuran, karena dalam buah dan sayuran banyak mengandung serat. Hal ini dapat membantu menghilangkan sisa makanan yang menempel pada gigi anak setelah mereka makan makanan menu utama.
Demikian info lampung blogging terkait cara cerdas mengatasi gigi berlubang pada anak.. Semoga bermanfaat. Baca Terus LAMPUNG BLOGGING



Sering Marah dan Menakuti Anak, Ini Akibatnya

Ilustrasi
Artikel Parenting_  Mendidik anak agar si anak dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, memang bukan hal yang gampang. Sebagian orang tua, mungkin, tanpa sadar sering  mengeluarkan kata-kata ancaman kepada anak, dengan maksud agar si anak mampu berdisiplin  serta menuruti kehendak orangtua. Walau cara ini bisa berhasil, tapi seringkali anak tidak mempan lagi diancam.

Sebagaimana di lansir dari lampung.tribunnews,com, Psikolog dari Universitas Tarumanegara Naomi Soetikno, M.Pd, Psi, menyatakan bahwa pola asuh yang suka mengancam dan menakut-nakuti tersebut memang seringkali dilakukan orangtua. “Kebiasaan itu merupakan hasil dari masa penjajahan.” Terangnya.

Lebih lanjut, ia juga mengemukakan, banyak orangtua yang menganggap pola pendidikan reward and punishment adalah yang terbaik. Tetapi kini pendekatan seperti itu sudah mulai ditinggalkan.  Anak yang sering diancam atau ditakut-takuti bisa tumbuh menjadi anak yang penakut, peragu, serta memiliki kepercayaan diri rendah.

“Usia 2-12 tahun adalah periode yang paling menentukan pada perkembangan aspek emosional anak. Ini karena pada periode ini merupakan masa pembentukan ego dan self-esteem. Anak menyerap banyak informasi tetapi belum punya keterampilan untuk menata atau memilih pengalaman itu. Sehingga semua terekam, termasuk yang negative.” Paparnya

Naomi juga menjelaskan, saat ini pola asuh yang banyak dipakai adalah positif psikologi. "Jadi lebih banyak memberikan komentar-komentar positif dalam berbagai situasi," katanya.
Ia mengakui tak mudah selalu memberi komentar positif. "Memang perlu latihan untuk berpikir dan berucap positif," ujar psikolog yang sedang melanjutkan studinya ke jenjang doktoral ini.

Alih-alih hanya menjadi "mandor" yang cuma main perintah pada anak, Naomi menyarankan agar orangtua memperbanyak kebersamaan dengan anak. "Kalau melihat kamar anak berantakan, dari pada teriak-teriak menyuruh anak membereskan, lebih baik ajak anak membereskannya bersama-sama," katanya.

Setelah anak melakukan hal yang baik, beri anak apresiasi dengan penekanan pada sebab dan akibatnya. Misalnya, setelah kamar bersih dan rapi, sampaikan bahwa kalau sudah bersih kamar jadi lebih terang sehingga membaca pun lebih enak.

Hindari memberi hadiah jika anak berperilaku baik karena anak akan berpikir semua kesalahan bisa dikompensasi dengan hadiah, atau secara tidak langsung mengajarkan anak "budaya nyogok".


Demikian, Info Lampung Blogging terkait parenting. Ikuti terus LAMPUNG BLOGGING dan dapatkan info menarik lainnya. Semoga bermanfaat. SALAM BLOGGING

Tuesday, 3 November 2015

Ini Nih, Karakter Mertua Yang Harus Kita Ketahui



Sekedar Tahu _ Kata orang tua, jangan pernah sekali-kali berpikir tentang perceraian. Bahkan, pada saat terjadi konflik besar  sekali pun, sebab perceraian bukanlah solusi terbaik. Jadi, jagalah pernikahan Anda seolah-olah tengah mempertahankan hidup Anda.  Memang sih, dalam menjalani sebuah perkawinan tak selalu seindah dengan apa yang menjadi harapan pada masa-masa pacaran. Ada kalanya juga dihiasi oleh konflik.  Lantas, Apa saja sih musuh-musuh sebuah perkawinan?   Sangat banyak !!  Namun kali ini Lampung Blogging hanya ingin mengulas satu penyebab yang kerap terjadi di kehidupan kita,  mengapa perkawinan tak seindah seperti bayangan awal.

Intervensi mertua
Rasanya terlalu tradisional dan kolot, ya.  Namun, fakta menunjukkan banyak pasangan yang beradu mulut karena merasa campur tangan Sang Mertua terlalu jauh masuk ke dalam wilayah rumah tangga mereka.  Di sisi lain, pasangan merasa pasangannya terlalu sensitif dan menilai buruk orang tuanya. Banyak orang tua yang masih sulit memberikan otonomi bagi anak-anaknya yang sudah menikah. Apalagi jika Sang Anak merupakan anak kesayangan, anak bungsu atau anak tunggal. Jadi,  jika salah satu suami atau istri belum sepenuhnya terbebaskan dari orang tua, maka yang terbaik adalah tidak tinggal dekat atau bersama mereka.

Konon, hubungan mertua-menantu memang sering diwarnai konflik. Nah, bagaimana caranya agar kita terhindar dari konflik tersebut?, Sebagaimana di kutip dari situs tabloid.nova,com, berikut adalah karakter mertua. Yuk, kita coba Kenali dulu karakter mertua kita.

1.TIPE MERTUA PENUH PERHATIAN 
Mertua dengan karakter ini biasanya amat penuh perhatian dan kelewat peduli pada cucu. Bila hidup tak serumah, hampir setiap saat ia menelepon sekadar menanyakan apakah cucunya sudah makan, lauknya apa, tidur jam berapa, dan sebagainya. Bila kita sedikit keras pada anak, justru kita diomeli dan dinasihati panjang lebar. Selama tak "mengganggu", tentu curahan perhatian dari nenek boleh-boleh saja karena malah akan memperkaya anak secara emosional.

Tapi jika limpahan kasih sayangnya berlebihan atau malah menyesatkan, kita perlu waspada. Soalnya, pendidikan anak usia balita mutlak menjadi tanggung jawab orang tua. Lagi pula, anak akan bingung bila ada dua "peraturan" berbeda atau bahkan bertentangan. Ia butuh kejelasan, mana yang baik dan tidak, mana yang boleh dan tidak.

Psikolog Ieda Poernomo Sigit Sidi menyarankan agar kita mengkaji nasehatnya sekaligus introspeksi diri. Bisa jadi kita memang salah atau kelewat keras pada anak. Bukankah kita masih dalam proses belajar menjadi orang tua?

"Bila yakin prinsip Anda benar, jangan ragu untuk membicarakannya. Tunjukkan sikap santun dan hindari kesan menggurui. Bila perlu mintalah bantuan suami." Katakan, misalnya, "Ibu, maaf, bukan maksud kami bersikap keras pada anak. Tapi kami pikir, dia pun harus belajar disiplin agar tak tumbuh jadi anak manja. Kami khawatir dia nanti susah mandiri." Pokoknya, Anda harus berpikir jernih dan jauhkan prasangka.

2. TIPE MERTUA SOK KUASA
Tak sedikit, lo, mertua yang ngotot berusaha masuk dalam rumah tangga anaknya dengan berbagai cara. Maunya selalu ikut campur dalam segala hal; dari soal menu yang harus tersaji, pengasuhan anak, sampai mengurus pasangan. Bahkan, baju apa yang pantas dan tidak untuk kita kenakan pun dicampurinya juga. Nyebelin, kan? "Modal" untuk terhindar dari pengaruh buruknya adalah punya rumah sendiri.

"Entah cicilan, kontrak atau apapun namanya, karena hanya itulah satu-satunya cara agar kita bisa mengelola keluarga sendiri.  Ingat, rumah tangga milik Anda berdua. Anda berdualah yang menentukan akan diapakan dan dibawa ke mana.

Dengan pindah rumah, selain dapat mengeliminir pengaruh kurang baik dari mertua dan keluarga besar, kita pun jadi punya banyak kesempatan berduaan dengan pasangan untuk membicarakan banyak hal mengenai keluarga.
Tentu Anda harus pandai-pandai memilih kata karena mertua tetaplah orang tua pasangan Anda. Bukankah bila orang tua anda dikritik pasangan, Anda juga tak suka?"

3. TIPE MERTUA "TUKANG" NGERUMPI
Kita perlu ekstra hati-hati dan wajib menjaga jarak dengannya. Bila tidak, kita mesti tahan berjam-jam mendengarkannya mengoceh tentang segala hal, terutama kejelekan anak, menantu, atau cucunya yang lain, hingga terkesan seperti mengadu domba. Kita pun harus mampu menahan diri untuk tak menimpali ocehannya.
Apalagi sampai ikut-ikutan menjelek-jelekkan mereka, misalnya, "Oh, iya, Bu, si Anu memang begitu orangnya. Saya juga enggak suka sama dia." Tentunya kita tak ingin ikut-ikutan jadi pribadi bermasalah dan mendatangkan masalah buat orang lain, kan? Makanya, kenali dengan siapa kita menikah, kenali pula siapa orang tuanya.

4. TIPE MERTUA RAJIN MENGELUH
Boleh jadi si mertua memang "hobi"nya mengeluh dan terus mengeluh. Pokoknya, tiada hari tanpa keluhan; yang sakitlah, nggak punya duitlah, suami bikin jengkel, menantu pelit, cucu bandel, pembantu bebal, dan sebagainya. Melelahkan sekali bukan bila harus meladeni mertua begini? Tak menanggapi pun bisa-bisa dianggap menantu tak tahu diri.

Cara penanganan. Cukup,  Kenali kepribadian dan kebiasaan mertua. Dari situ kita bisa mengenali pola komunikasi yang cocok bila berhadapan dengannya, sehingga kita tahu kapan dan bagaimana harus menanggapi keluhannya. "Anda harus memposisikan diri di tempat netral dan obyektif."

5. TIPE MERTUA MATA DUITAN
Biasanya ia suka berkomentar, "Mantuku yang satu itu baik banget." Lo, kenapa begitu? "Dia ngerti, deh. Sebelum diminta, pasti udah ngasih." Lalu, apakah yang tak pernah memberi atau cuma mampu memberi sedikit bisa dikategorikan menantu nggak baik? Belum tentu, kan? Mertua model ini, mengganggap anak sebagai investasi sehingga selalu menuntut imbalan dan jasa.  Sampai anaknya mau kawin pun, ia tetap akan berhitung njlimet apa saja untung ruginya, "Aku akan tetap dapat jatah enggak, ya, kalau anakku beristrikan dia?" Ia mengukur baik-tidaknya menantu dari seberapa sering dan besar "upeti" yang diberikan kepadanya.

Berbeda dengan ortu yang menganggap anak sebagai amanah, justru menolak pemberian anak sekaligus menasehati untuk menabung. Tapi bukan besarnya gaji suami atau istri yang perlu mereka ketahui, lo, karena itu, sih, rahasia dapur Anda berdua. "Jangan pernah memberi kesempatan siapapun masuk ke bilik yang paling rahasia ini."

Kerap kali, mertua model ini juga suka membanding-bandingkan antara anak/menantu yang satu dengan anak/menantu lain. Ingatkan beliau, peruntungan dan rejeki setiap orang tak akan pernah sama. Secara halus atau bergurau, ingatkan pula agar tak membanding-bandingkan siapa pun dengan tolok ukur benda-benda duniawi.

6. TIPE MERTUA PILIH KASIH
Jika pasangan kita merupakan anak kesayangan, hampir bisa dipastikan, kita pun ikut "ketiban" kasih sayang mertua. Kita akan diperlakukan istimewa sebagaimana mertua memperlakukan anak yang menjadi pasangan kita. Tapi kalau pasangan kita bukan anak "emas, bersiap-siaplah untuk juga "dimantutirikan".

"Tak perlu sakit hati atau tersisih. Jika kedatangan Anda cuma jadi 'pengganjal' pintu depan, ya, sudahlah, tak perlu berakrab-akrab di dalam. Tak usah Anda permasalahkan bila memang demikian keinginan mertua." Jangan lupa, amati di mana posisi kita di mata mertua.
"Jadi, kalau kehadiran Anda dianggap mengganggu, Anda pun boleh memilih tak pergi ke rumah mertua daripada datang hanya untuk menambah sakit hati." Tapi jangan pernah melarang pasangan untuk mengunjungi ortunya. Anda harus memberi kesempatan pada pasangan dan ortunya untuk tetap menjalin hubungan ortu-anak, karena hubungan semacam ini tak bisa tergantikan dan bersifat abadi.
Adakalanya mertua model ini juga mata duitan. Sekalipun kita bukan menantu kesayangannya, tapi kalau kita kerap memberinya uang, mengajaknya jalan-jalan ke tempat-tempat yang ia suka, menghadiahinya dengan barang-barang mewah, dan sebagainya yang berkaitan dengan uang, biasanya ia akan baik sekali sama kita. Tapi sekali saja kita tak melimpahinya dengan uang, ia kembali pada sikapnya semula, "memantutirikan" kita.

Tapi ada juga, lo, yang nggak mempan "disogok". Bila demikian, tak sedikit menantu yang akhirnya selalu "bernyanyi", "Huh, kalau dari saya berapapun banyaknya nggak pernah akan ada cerita. Tapi kalau dari mantu kesayangannya, sedikit saja dikasih, ceritanya sampai ke mana-mana, diomongin nggak habis-habis."

Nah, bila Anda termasuk yang demikian, "Ngasihnya ikhlas enggak? Kalau memang iklas, ya, sudah, jangan dipertanyakan atau diungkit-ungkit." Kita harus berpijak pada pemikiran dasar untuk tak membanding-bandingkan atau berkompetisi.

7. TIPE MERTUA ACUH TAK ACUH
Selagi kita dibelit masalah,jangankan memberi nasehat atau jalan keluar, mertua model begini cuma berkomentar pendek, "Yaa... begitulah orang berumah tangga. Pinter-pinternya kamu, deh, gimana mengatasinya." Ia pun jarang telepon apalagi datang berkunjung. Jikapun kita yang menelepon atau berkunjung ke rumahnya, tanggapannya biasa-biasa saja. Pokoknya, komunikasi serasa enggak jalan karena cuma searah hingga kita menilainya sebagai sosok yang tak peduli.

Tapi sebetulnya malah enak punya mertua cuek seperti ini. Ia merasa tugasnya mengurus anak sudah selesai. Sekarang saya bersibuk diri dengan dunia saya, teman-teman saya, dan hobi saya. "Anda sama sekali tak boleh berujar, 'Si nenek udah tua tapi masih jalan-jalan, senang-senang sendiri, dititipi cucu enggak mau.' Wong, itu hak dia, kok!" Jadi, tandasnya, kita harus menjunjung tinggi prinsip tak saling mengganggu. "Singkirkan rasa tak enak hati. Anda pun harus menghargai privacy-nya. Biarkan ia menikmati hidupnya dengan dunianya sendiri."

8. TIPE MERTUA BERMULUT MANIS
Di depan kita, ia rajin obral pujian dan kata-kata manis. Tapi begitu di belakang kita, segalanya berubah total. Seperti kata pepatah, lain di bibir lain di hati, begitulah mertua model ini, munafik!  Sebagai anak, kita dan pasangan kita, memang, wajib mengingatkan beliau. Tentu dengan cara-cara santun karena orang tua tetap manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan.

"Tak perlu kecut menghadapinya. Kaji kembali opini yang membuat orang terjerat dalam ketakutan akan durhaka terhadap ortunya. " Karena bila kita tak menegur atau mengingatkannya, kita justru membiarkan si ortu terperosok lebih jauh ke dalam hal-hal yang tak benar. Sekaligus membiarkannya menjadi api dalam sekam bagi hubungan sesama menantu dan ipar.

9. TIPE MERTUA NEMPEL TERUS SAMA ANAK
Kasus seperti ini biasanya erat berkaitan dengan status anak; entah tunggal, bungsu atau anak kesayangan. Lantaran tak rela berpisah dengan anak istimewanya itulah, kita sebagai menantu pun ikut-ikutan "disandera" untuk tinggal di rumahnya.

Tapi tekad memiliki rumah sendiri harus terus dibicarakan dengan pasangan. Perlu dicari cara tak mencolok yang dapat mengundang prasangka dan memojokkan Anda semisal, "Tuh, kan, kamu juga yang 'ngeracunin' anakku supaya pindah dari sini." Jikapun harus tetap serumah, minta ijin agar ada pemisahan dapur.

10. TIPE MERTUA SOK TAHU
Apakah Anda sering ditegur kala berbuat atau melakukan sesuatu untuk pasangan anda? Misalnya, "Suamimu, tuh, nggak suka sayur asem, tapi kenapa kamu malah masak sayur asem?" Kali lain, "Kamu, kok, beli kaos model begini? Dari dulu suamimu enggak suka pakai kaos yang banyak gambarnya. Gimana, sih, kamu ini?"
Pendeknya, kita sering kena tegur mertua karena dianggap nggak ngerti selera suami atau sebaliknya, seolah-olah cuma beliaulah yang tahu persis anaknya. Biasanya, sikap mertua yang "sok tahu" ini disebabkan ia merasa yakin kenal betul siapa dan apa saja mengenai anaknya, karena sudah sekian lama anaknya berada dalam asuhannya.

Memang, Perasaan memiliki secara berlebihan pada diri mertua terhadap anaknya merupakan salah satu pemicu utama konflik mertua-menantu, dan sayangnya, orang tua sering lupa bahwa tugas orang tua cuma mendidik, membesarkan dan mengantarkan sekaligus melepaskan si anak memasuki rumah tangganya sendiri. Tentu saja, sangat tak adil bila harus menilai, membanding-bandingkan apalagi menghakimi menantu dengan kacamata mertua.

Pendek kata, yang satu sudah ahli, yang lain baru belajar. Jelas tak mungkin diperbandingkan, dong!" Seringkali mertua model ini juga bersikap sok tahu terhadap hal-hal lainnya, termasuk pengasuhan anak. Menantu dianggapnya sosok yang tak tahu dan tak bisa apa-apa. Semuanya serba salah di mata mertua. Konyolnya, mertua model ini cuma bisa menilai dan melecehkan tanpa pernah memberi kesempatan pada menantunya untuk belajar.

Padahal, menantu betul-betul butuh dukungan dan kesempatan untuk belajar membina rasa percaya diri menjadi seorang yang madiri.  Dan disini,  peran si anak mertua yang merupakan pasangan kita sebagai jembatan sekaligus kunci sangat menentukan pola penyelesaikan konflik mertua-menantu.

11. TIPE MERTUA PENUH PENGERTIAN
Mertua begini, harus dianggap sebagai karunia yang patut disyukuri.  Pendeknya, jika ia tahu kita butuh sesuatu, tahu-tahu kebutuhan itu dipenuhi. Asyik, kan? Kita tak perlu risih atau berhutang budi sepanjang segala pemberiannya tulus sebagai ungkapan sayang terhadap keluarga anaknya. "Itulah berkah hidup bersaudara."

Jadi, sekalipun pemberiannya kurang berkenan di hati lantaran perbedaan selera, "Andalah yang mesti pandai-pandai menenggang rasa."  Yang penting, jangan biarkan diri kita terlena oleh segala kebaikannya. Jangan sampai kita terjebak memanjakan keluarga dengan memanfaatkan kebaikannya.

Sebagai Tempat Penitipan Anak, misalnya. Mertua bukan babysitter buat si kecil Anda lo. "Ingat, anak, keluarga dan hidup Anda merupakan tanggung jawab Anda, bukan mertua Anda!"  
Demikian Info Lampung Blogging. Semoga brmanfaat. Salam Blogging !!


Anda Pasangan Pengantin Baru. Hindari 6 Hal ini

 
Ilustrasi
Lampung Blogging_  Apa kabar rekan Lampung Blogging. Kali ini admin akan berbagi info mengenai tips yang harus dihindari bagi pasangan yang sudah menikah. Terutama bagi rekan-rekan yang baru saja menikah alias masih dalam masa pengantin baru.

Dalam sebuah pernikahan, memang,  biasanya masa-masa pengantin barulah yang paling indah. Namun, meskipun begitu tidak berarti pasangan pengantin baru selalu bahagia, pasalnya untuk beberapa pasangan masa pengantin baru juga bisa menjadi masa-masa tersulit dalam sebuah pernikahan. Pada saat masa awal pernikahan biasanya seseorang mulai belajar untuk memahami semua kebiasaan pasangannya, begitupun dangan sebaliknya. Oleh karena itu, Agar bisa mewujudkan sebuah pernikahan yang bahagia, maka setiap pasangan memang harus bisa memahami karakter dan kebiasaan pasangannya sendiri, dan memang itu bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu ada beberapa kebiasaan yang perlu anda hindari, ya kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah kebiasaan buruk yang mungkin jika dilakukan akan mengancam pernikahan anda. Simak ulasan Lampung Blogging berikut ini sebagaimana dikutip dari situs tabloidnova,net.

1. Takut dan Enggan mencoba hal yang baru
Pernikahan merupakan masa awal dimana pasangan yang sudah lama menjalin cinta memulai dan memasuki babak yang baru untuk hidup bersama. Ketika pertama menikah akan banyak sekali perbedaan yang akan terjadi bagi setiap pasangan pengantin baru. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut justru mengambat rumah tangga anda. Perbedaan yang ada di antara anda dan pasangan cobalah jadikan sebagai pelengkap untuk bisa saling mengisi kekosongan masing-masing. Jangan sampai karena perbedaan tersebut segala aktivitas anda dan pasangan terhambat. Meskipun anda memiliki perbedaan dengan pasangan tetapi itu bukan berarti anda tidak bisa melakukan hal-hal bersama pasangan anda sendiri. Meskipun perbedaan membentang di antara anda berdua, untuk menyatukan perbedaan tersebut cobalah lakukan hal-hal baruseperti berlibur ke tempat-tempat baru yang bisa mendekatkan anda berdua dan mencoba segala hal baru yang positif yang bisa memberikan dampak yang baik bagi kehidupan pernikahan anda.

2. Berbicara Seenaknya kepada pasangan
Pasangan yang baru menikah bukan berarti akan selalu damai-damai saja. Perselisihan, perbedaan pendapat tentunya kapan saja akan menghampiri kehidupan pernikahan anda dan pasangan. Oleh sebab itu, tidak jarang ketika terjadi sebuah perselisihan emosi akan terpancing, bahkan karena mempertahankan ego masing-masing maka anda dan pasangan tidak dapat mengendalikan diri. Sebelum menikah, mungkin saja anda dan pasangan masih bisa menahan diri atau bersabar ketika sedang dihadapkan oleh emosi yang memuncak, namun setelah menikah untuk bisa mengendalikan emosi adalah hal yang sangat sulit. Namun yang perlu anda ingat yaitu, ketika memang diri anda sedang emosi maka anda janganlah berbicara kasar kepada pasangan anda agar pasangan anda pun tidak melakukan hal yang sama seperti itu. Ketika anda dan pasangan sedang emosi maka alangkah baiknya jika anda menjaga jarak. Jika memang emosi tidak bisa terbendung lagi cobalah untuk tarik nafas sedalam-dalamnya demi menenangkan pikiran anda, jangan sampai anda kelepasan berbicara kasar kepada pasangan anda yang bisa menyakiti perasaannya. Jika pada tahap awal pernikahan saja pasangan anda sudah sakit hati, maka bagaimana kehidupan selanjutnya? Yang ada justru pasangan anda merasa tidak nyaman dan kehidupan pernikahan anda berdua pun akan terancam.

3. Berbohong masalah keuangan
Kebiasaan yang biasanya dilakukan oleh para wanita yaitu berbohong soal keuangan. Kebiasaan ini dilakukan biasanya oleh mereka yang memiliki hasrat belanja yang tinggi. Tipe wanita seperti ini terkadang selalu menutupi materi yang dimilikinya, dan hal tersebut dilakukan agar dirinya tidak terlihat boros oleh sang suami. Ingatlah anda jangan pernah sekalipun berbohong kepada pasangan anda soal materi, karena jika sudah dilakukan sekali hal seperti ini justru akan menjadi kebiasaan. Jika memang anda terus menerus selalu berbohong soal materi kepada pasangan anda, maka sudah dipastikan bahwa suami anda juga akan berlaku demikian. Jika memang anda perlu belanja maka sebaiknya buatlah anggaran untuk semua itu, dan yang perlu anda lakukan yaitu tetaplah untuk memberitahukan semuanya kepada suami anda terlebih dahulu. Dengan begitu maka hubungan anda akan lebih terbuka tanpa adanya rahasia.

4. Membanding-bandingkan masa lalu dan sekarang
Untuk pasangan pengantin baru sangat pantang melakukan kebiasaan ini. Saat pasangan anda tidak bisa melakuan sesuatu yang anda ingikan, janganlah pernah anda mengatakan kalimat dengan maksud membanding-bandingkan masa lalu misalkan, "Dulu saya masih bisa bersenang-senang, namun setelah saya menikah dengan kamu saya tidak bisa bersenang-senang lagi", dan lain sebagainya. Ingatlah membandingkan masa lalu dan masa sekarang hanya akan membuat pasangan anda sakit hati, dengan begitu maka pernikahan anda pun akan menjadi tidak bahagia.

5. Tidak memperhatikan pasangan
Ketika dua insan yang sedang jatuh cinta masih dalam proses berpacaran, biasanya mereka akan selalu memberikan semua yang terbaik untuk pasangan masing-masing dengan selalu memperhatikan satu sama lainnya. Ketika dalam proses berpacaran mungkin anda dan pasangan tidak akan pernah membuang kesempatan, dimana dalam setiap waktu anda dengannya selalu mengirim pesan singkat untuk menanyakan aktivitas yang dilakukan masing-masing. Namun setelah menikah dan tinggal dalam satu rumah, kebiasaan untuk saling memperhatian lambat laun akan jarang dilakukan karena berpikir bahwa anda berdua sekarang sudah tinggal dalam satu atap. Walaupun demikian sebaiknya anda tidak boleh memiliki pemikiran seperti itu, pasalnya setiap pasangan membutuhkan perhatian dari pasangannya masing-masing dan itu memang kebiasaan yang wajib untuk dilakukan oleh pasangan yang saling mencintai.

6. Tidak mendukung pasangan
Ketika awal-awal pernikahan janganlah sampai melakukan hal ini, pasalnya hal ini akan berdampak tidak baik bagi hubungan anda dan pasangan di masa depan. Ketika awal pernikahan mungkin anda memiliki keraguan kepada pasangan anda, namun meskipun begitu anda tetap harus mendukung pasangan anda dalam berbagai hal. Jika anda melakukannya, maka anda bisa memberikan hal positif bagi pasangan anda, dimana hal ini akan memotivasi pasangan anda untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi bagi anda, bahkan menjadi seseorang yang sukses di masa yang akan datang. Bahkan dengan sendirinya pasangan anda juga akan mendukung anda dalam segala hal.

Demikian tips dari lampung blogging. Dan ingat,  jangan sampai kebiasaan-kebiasaan seperti di atas dapat merusak hubungan anda dan pasangan anda. Meskipun mungkin anda menganggap bahwa masa awal pernikahan adalah masa-masa yang sulit, tetapi hal itu tidak lantas membuat anda putus asa, anda harus bertahan dengan terus belajar agar bisa menyesuaikan diri. Dengan demikian maka pernikahan anda dan pasangan anda akan harmonis dan awet. Sekian. Salam Blogging


Monday, 2 November 2015

Ini Dia, Ciri Wanita Yang Mudah Di Ajak Selingkuh

Ilustrasi
Lampung Blogging_  Ternyata  perselingkuhan,  memang  tak  hanya di monopoli oleh kalangan pria.  Sebab tak sedikit juga, kaum wanita yang melakukannya.  Seperti apa tipe wanita yang mudah di ajak selingkuh.  


Berikut Lampung Blogging akan berbagi info mengenai Ciri Wanita yang mudah diselingkuhi.  Langsung saja kita cari tahu ulasan ciri-ciri wanita yang gampang diselingkuhi, sebagaimana dilansir dari situs berita Merdeka,com

1. Cepat bosan
Pasangan punya sifat cepat bosan terhadap apa yang ia miliki? Beware! Bisa saja ia cepat bosan pada pasangan.  So, jadilah pria yang kreatif dan menyenangkan agar tidak membosankan.

2. Mudah akrab
Sifat mudah akrab dengan orang lain memang baik. Akan tetapi jika baru kenal dengan pria lain ia langsung setuju diajak keluar berdua, tentu saja ini sudah kelewatan.

3. Pemarah
Apakah wanita pujaan anda mudah marah? Anda patut waspada karena biasanya wanita yang sedang marah akan mencari seseorang untuk menumpahkan kekesalannya. Kalau seseorang itu teman wanitanya, tentu tidak ada masalah. Lalu bagaimana jika seseorang itu pria lain? Sebab, wanita yang sedang kesal atau sedih dengan mudah menerima perhatian dari orang lain. Sikap mudah marah bisa juga hanya kedok untuk mengelabui anda. Dengan begitu, kebohongannya tidak akan terendus oleh anda karena anda lebih konsentrasi untuk meminta maaf atas kesalahan yang anda tidak tahu apa itu.

4. Pembohong
Wanita yang suka berselingkuh biasanya gemar berbohong untuk menutupi perbuatannya. Hati-hatilah pada wanita yang selalu mencari-cari alibi untuk menutupi kebohongannya. Meskipun ia hanya berbohong untuk hal-hal kecil, yang namanya berbohong akan terus berlanjut untuk menutupi kebohongan yang besar.

5. Posesif
Anda jangan salah mengartikan sifat posesif pasangan sebagai tanda cinta yang besar. Bisa saja sifat ini hanya sengaja dibuat untuk menutupi perbuatannya. Saat seorang istri posesif terhadap anda mungkin saja ia sedang mencoba menyembunyikan kenakalannya. Bisa saja ia mati-matian protektif terhadap anda sementara ia sendiri sedang asyik dengan orang lain.

6. Ekstra Pemerhati penampilan
Hal yang wajar memang jika seorang wanita sangat memperhatikan penampilannya. Akan tetapi, wanita yang sangat senang jika berhasil menarik perhatian orang lain jelas bukanlah tipe pasangan ideal. Jika ia memang berdandan untuk anda, maka tidak masalah. Namun, bagaimana jika ia berdandan untuk orang lain lagi?

7. Mudah dirayu
Wanita yang dapat dirayu dengan mudah memiliki peluang lebih besar untuk berselingkuh. Senjata seorang lelaki adalah pujian dan di situlah titik kelemahan seorang wanita. Bagaimana hubungan anda bisa langgeng jika memiliki wanita yang mudah berpindah ke pelukan lelaki lain hanya karena mereka pandai merayu?

8. Mudah curhat pada pria lain
Saat hubungan bermasalah biasanya yang paling cepat mencari teman curhat adalah wanita. Hal ini memang tidak salah jika ia curhat dengan sahabat wanitanya. Akan tetapi, apa jadinya jika ia malah bercerita kepada teman lelakinya untuk mendapat simpati? Ini bukan berarti mengekang pasangan untuk tidak berteman dengan orang lain. namun, pasangan juga perlu tahu di mana batasan dan apa-apa yang boleh ia ceritakan kepada orang lain.

9. Labil
Apakah pasangan anda termasuk tipe labil? Kalau jawabannya iya berarti anda harus waspada. Wanita dengan tipe seperti ini akan dengan mudah bergonta ganti pasangan karena ia tidak tahu dengan jelas apa dan siapa yang ia inginkan. Ngeri, ya?

Tapi, sekedar catatan aja, saat anda menemukan salah satu atau beberapa ciri di atas, jangan lantas men-judge pasangan anda telah ada main di belakang anda.  Artikel  di atas hanyalah hal yang harus anda waspadai dan selanjutnya mencari tahu lebih jauh mengenai kebenarannya. 

Demikian ulasan  ciri wanita yang gampang di ajak selingkuh. Ikuti terus Lampung Blogging dan dapatkan info menarik lainnya. “Bagaimana dengan anda, apakah anda termasuk didalamnya.? “ Salam Blogging